Monday, December 30, 2013

7 Mitos Masturbasi yang Salah Pada Pria

Masturbasi merupakan segala aktivitas

perangsangan seksual terhadap alat

reproduksi yang menyebabkan kepuasan

seksual. Di masyarakat banyak beredar

mitos-mitos mengenai masturbasi dan

dampaknya. Berikut adalah beberapa

penjelasan secara medis dari mitos-mitos

tersebut.

1. Hal ini tidak benar. Memang belum ada

studi yang meneliti ukuran penis rata-rata

orang Indonesia, dan tidak ada hasil

pengukuran yang benar-benar pasti. Namun,

dari berbagai sumber, dapat disimpulkan

bahwa pada umumnya ukuran penis yang

ditemukan pada satu wilayah regional Asia,

yaitu 8-11 cm saat tidak ereksi dan 12-14 cm

saat ereksi dengan diameter rata-rata

sekitar 3,2 cm dan ukuran lingkaran penis

pada saat ereksi mencapai 8-9 cm. Ukuran ini

berkaitan dengan informasi genetik seseorang

dan tidak dapat dimanipulasi dengan cara-

cara tertentu.

2. Hal ini tidak benar. Pertumbuhan tinggi

badan seseorang berkaitan dengan informasi

genetik dari kedua orang tuanya, faktor

nutrisi dan rangsangan aktivitas fisik. Faktor

genetik merupakan prediktor pasti perkiraan

tinggi badan seseorang. Sedangkan, nutrisi

dan rangsangan aktivitas fisik dapat

membantu merangsang pertumbuhan tinggi

badan selama masa pertumbuhan.

Penambahan tinggi badan dapat dilakukan

apabila lempeng pertumbuhan yang terdapat

di tulang panjang masih terbuka. Lempeng

tersebut terbuka pada saat usia pubertas

dan pada tulang panjang yang

mempengaruhi tinggi badan baru akan

menutup pada usia 18-21 tahun pada pria.

3. Hal ini tidak benar. Berat badan

dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti

nutrisi dan aktivitas. Asupan kalori yang

berlebihan dan rendahnya aktivitas fisik

dapat menyebabkan kenaikan berat badan

dan seseorang menjadi gemuk. Sebaliknya

asupan kalori yang sedikit dan aktivitas fisik

yang tinggi dapat menyebabkan penurunan

berat badan. Beberapa penelitian terbaru

juga menunjukkan adanya pengaruh faktor

genetik yang mempengaruhi hormon tertentu

sehingga membuat seeorang menjadi lebih

gemuk daripada yang lain.

4. Hal ini tidak benar. Pada pria normal, sel

sperma matang yang terbentuk dapat

mencapai jumlah ratusan juta setiap

harinya. Dalam 2, 75 ml cairan mani dapat

mengandung 180-400 juta sel sperma.

5. Hal ini tidak benar. Dengkul kopong, dalam

dunia medis cenderung mengacu pada

pengeroposan tulang. Pengeroposan tulang

biasanya terjadi secara alami pada usia tua

karena menurunnya laju pembentukan

tulang.

6. Hal ini tidak benar. Penularan infeksi

menular seksual terjadi melalui hubungan

seksual dengan penetrasi penis baik ke dalam

vagina, anus maupun dengan metode oral

seks. Masturbasi tidak menjadi penyebab

penularan berbagai penyakit infeksi menular

seksual secara langsung, kecuali bila

menggunakan alat-alat yang tercemar

mikroorganisme penyebab infeksi menular

seksual.

7. Hal ini tidak benar. T erdapat 3 konsep

dasar mengenai mekanisme terjadinya

jerawat, yang dapat saling berinteraksi,

yaitu hiperaktivitas kelenjar sebasea

(lemak), perubahan pada pertumbuhan sel

kulit paling luar, dan pengaruh bakteri.

Faktor keturunan dan aktivitas hormonal,

juga sangat berpengaruh terhadap

terjadinya jerawat

Masturbasi sebenarnya tidak memberikan

dampak positif bagi kesehatan mental

seseorang karena dapat menyebabkan

ketagihan. Dan jika dilakukan terlalu sering,

secara tidak langsung dapat menyebabkan

gangguan ereksi maupun ejakulasi. Pria perlu

belajar untuk mengendalikan nafsu

seksualnya agar tidak terjebak dalam

ketagihan masturbasi dengan penyaluran lain

yang lebih positif.
Share:

0 comments:

Post a Comment